![]() |
Wakil Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, Ridwan Dani |
JAKARTA - Sejumlah catatan evaluasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), Muchlis Patahna menjelang Musyawarah Besar (Mubes) KKSS 2025 yang akan digelar pada 11-13 April di Makassar.
Kritik tajam terhadap kepemimpinan Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS di bawah Muchlis Patahna mulai bermunculan.
Salah satu yang paling vokal adalah Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Sulawesi Selatan (PB IKAMI Sulsel) yang menilai bahwa organisasi yang awalnya bertujuan mempererat kekeluargaan perantau Sulawesi Selatan itu kini justru semakin jauh dari misi awalnya.
“KKSS didirikan pada 12 November 1976 dengan semangat membangun solidaritas dan memperjuangkan kepentingan diaspora Sulawesi Selatan di mana pun mereka berada. Namun, di bawah kepemimpinan Muchlis Patahna, organisasi ini semakin kehilangan jati diri dan hanya fokus dilingkaran elit,” ujar Ridwan, Wakil Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, dalam keterangannya, Senin (25/3).
Menurut Ridwan, KKSS yang seharusnya menjadi wadah bagi semua perantau, kini lebih sering berfungsi sebagai forum eksklusif yang hanya mengakomodasi kelompok tertentu.
“Semangat kekeluargaan mulai terkikis. Masyarakat Sulawesi Selatan yang benar-benar membutuhkan bantuan justru sulit mengakses organisasi ini. Sementara itu, KKSS lebih banyak hadir dalam lingkaran kekuasaan, sibuk melayani kepentingan elite dan saudagar,” tambahnya.
KKSS Gagal Mencetak Tokoh Nasional?
Selain menyoroti ketimpangan peran KKSS dalam membantu perantau, PB IKAMI Sulsel juga menilai bahwa organisasi ini gagal dalam salah satu misinya, yaitu mempromosikan anggota KKSS dalam bidang publik, ekonomi, sosial, dan budaya.
“Dalam satu dekade terakhir, KKSS tidak lagi mampu melahirkan tokoh nasional dari Sulawesi Selatan yang bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Tidak ada program regenerasi kepemimpinan yang jelas, tidak ada dukungan serius untuk mencetak figur-figur baru. Akibatnya, semakin sedikit orang Sulawesi Selatan yang tampil sebagai pemimpin di berbagai sektor,” jelas Ridwan.
Padahal, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KKSS, salah satu tujuan utama organisasi adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Lalu, apa yang sudah dilakukan KKSS dalam kepemimpinan Muchlis Patahna untuk memenuhi tujuan itu? Kami hampir tidak melihat adanya program konkret yang bisa benar-benar membangun kader baru dari Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Mubes 2025: Harapan Perubahan
PB IKAMI Sulsel menegaskan bahwa Mubes KKSS 2025 harus menjadi momentum perubahan yang nyata, bukan sekadar ajang seremoni atau transaksi politik antar-elite. Organisasi mahasiswa yang turut menginisiasi berdirinya KKSS itu menyampaikan beberapa rekomendasi untuk membenahi organisasi ke depan:
1. Memilih pemimpin baru yang lebih inklusif
Pemimpin KKSS yang baru harus memiliki visi regenerasi dan kaderisasi, tidak hanya mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu, tetapi benar-benar membuka ruang bagi seluruh anggota, termasuk generasi muda, akademisi, dan profesional.
2. Menghidupkan kembali peran sosial KKSS
KKSS harus kembali pada fungsinya sebagai organisasi yang benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat, memberikan bantuan nyata bagi perantau yang kesulitan, serta menciptakan jaringan solidaritas yang kuat.
3. Revitalisasi program pengembangan SDM
KKSS perlu memiliki program yang berfokus pada kaderisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan kepemimpinan, mentorship, beasiswa, dan dukungan karier bagi generasi muda Sulawesi Selatan.
4. Menjadikan KKSS lebih transparan dan partisipatif
Keputusan dalam KKSS harus dibuat secara transparan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Organisasi ini harus kembali ke prinsip kekeluargaan dan kebersamaan, bukan hanya menjadi alat politik segelintir orang.
IKAMI Sulsel Siap Mengawal Mubes KKSS 2025
Sebagai bagian dari sejarah berdirinya KKSS, IKAMI Sulsel menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal jalannya Mubes KKSS 2025 untuk memastikan bahwa organisasi ini kembali ke jalurnya.
“Kami tidak ingin KKSS hanya menjadi sekadar simbol tanpa makna. Ini organisasi besar yang memiliki peran strategis bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Jika kepemimpinan yang baru tidak membawa perubahan yang signifikan, maka KKSS hanya akan semakin kehilangan relevansinya dan semakin jauh dari masyarakat,” pungkas Ridwan.
Mubes KKSS 2025 akan menjadi penentu arah organisasi ke depan: apakah KKSS akan kembali menjadi rumah bagi semua perantau Sulawesi Selatan, ataukah semakin tenggelam dalam kepentingan elite? Jawabannya ada pada pemimpin yang akan terpilih nanti.
(***)
Baca Juga berita lainnya: